Buku “Bimbingan Bisnis UKM”

2016-03-14_14.12.23.jpgMasyarakat Ekonomi ASEAN adalah kesepakatan negara-negara yang memberlakukan perdagangan bebas antar negara anggotanya. Artinya tidak ada lagi pengenaan tarif (bea masuk) dan non tarif dalam membatasi impor yang bertujuan melindungi industri dalam negeri dari negara bersangkutan sebagaimana selama ini berlaku.

Dengan adanya perdagangan bebas dimana tidak lagi ada pengenaan tarif, maka terjadilah persaingan murni. Dalam hal ini negara-negara atau perusahaan yang efisien biaya produksinya akan unggul dalam persaingan dan menguasai pasar. Sebaliknya negara atau perusahaan yang tidak efisien produksinya dan tinggi harga jual barangnya akan kalah dalam persaingan dan terancam bangkrut.

Untuk menang dalam persaingan di pasar, tiada lain usaha perusahaan adalah meningkatkan efisiensi produksinya sehingga dapat membentuk harga pokok barang yang rendah dan mampu bersaing di pasar bebas.

Untuk mengatasi ini perusahaan-perusahaan akan mengerahkan segala sumber daya dan kemampuan yang dimiliki untuk tetap hadir di dalam pasar dalam negeri dan melakukan ekspor. Persaingan menjadi sedemikian ketatnya baik pasar di dalam maupun luar negeri.

Ada 10 anggota yang tergabung dalam ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang telah menyepakati perdagangan bebas yang dimulai akhir tahun 2015. Negara-negara tersebut antara lain adalah Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Singapura, Thailand, Indonesia dan Vietnam.

Pada hakekatnya persaingan di pasar bebas yang dimaksud bukan saja dalam persaingan barang fisik, tetapi juga dalam hal seperti jasa keuangan, investasi asing, masuknya pekerja asing seperti konsultan, guru, tenaga medis, dan sebagainya.  Bagi perusahaan dengan adanya perdagangan bebas ini akan memberikan peluang dan tantangan. Peluangnya adalah bisa memasarkan barang produksi atau kerajinannya di pasar ASEAN. Bagi perusahaan atau perseorangan ada peluang untuk bekerja di luar negeri sebagai konsultan, guru, tenaga ahli, tenaga medis dan melakukan investasi. Sedangkan tantangannya adalah tidak mampu bersaing maka perusahaan terancam bangkrut dan gulung tikar.

Apa persiapan para pengusaha lokal khususnya pengusaha kecil dalam menghadapi persaingan bebas ini? Buku “Bimbingan Bisnis UKM” oleh Drs. Sjachril Djaja, MSi banyak mengupas masalah ini disertai tips-tips menghadapi persaingan bebas ini.

Posted from WordPress for Android

Komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s